please select your preferred language

English
English
Deutsch
简体中文
Türkçe
Español
繁體中文
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
zh-hant
Tencel.com
01 / 12 / 2018
Meniti Jalan Revitalisasi Industri Mode di Indonesia
back
01 / 12 / 2018
Meniti Jalan Revitalisasi Industri Mode di Indonesia

Tren ‘sustainable fashion’ mulai menunjukkan eksistensinya di industri mode di Indonesia, sebagai sebuah revoulsi yang akan menjadikan industri ini lebih berkelanjutan. Sustainable fashion umumnya melalui beberapa tahapan produksi, tetapi memiliki daya tahan yang lebih baik, dan kualitas lebih tinggi. Seluruh proses dilakukan secara bertanggung jawab serta ramah lingkungan. Tidak hanya ramah lingkungan, sustainable fashion juga berkomitmen menciptakan praktik kerja yang sehat terhadap pekerjanya. Untuk menggalakkan konsep ini, sejumlah merek fashion dan peritel menyelenggarakan Copenhagen Fashion Summit tahun 2017. Topik utama pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan circular fashion system, atau disebut juga dengan sustainable fashion.

Senada dengan misi dari sustainable fashion, Lenzing, perusahaan produsen serat berbahan dasar alami asal Austria, menggulirkan sejumlah upaya untuk mewujudkan industri mode di Indonesia yang lebih hijau dan beretika. Melalui merek serat tekstil unggulannya, TENCEL™, Lenzing bersama mitra bisnis dan juga desainer mode Indonesia, berkontribusi untuk mengedukasi publik tentang pentingnya menggunakan material yang ramah lingkungan. Serat TENCEL™ memiliki terbuat dari bahan dasar alam (botanic origin), di proses secara berkelanjutan, lembut dan aman di kulit, menghasilkan warna yang cerah serta memiliki daya serap yang tinggi. Serat TENCEL™ ini juga dapat terurai kembali ke tanah.

Beberapa merek pakaian lokal di Indonesia telah menggunakan serat ini sebagai bahan utama produk mereka, diantaranya Zayana (pakaian muslim), et cetera, The Executive, Bateeq, dan EASE. Sedangkan untuk merek internasional yang telah menggunakan Serat TENCEL™ diantaranya adalah Uniqlo, Jockey, Zara, Levi’s, dan H&M. TENCEL™ juga bermitra dengan komunitas dan figur publik yang berpengaruh, untuk memperkenalkan tentang material yang bebahan dasar alami dan memberikan pemahaman bahwa dengan menggunakan produk yang mengandung TENCEL™, publik telah secara aktif berkontribusi membangun industri mode secara positif dan di waktu yang bersamaan, menjaga keberlangsungan ekosistem. Selain itu, salah satu keunggulan TENCEL™ yang membuatnya berbeda dari material lain adalah durability atau ketahanan produk, lebih awet meski digunakan dalam jangka waktu lama.

Desainer senior Indonesia, Merdi Sihombing, adalah pelopor yang mengusung isu sustainable fashion di Indonesia. Merdi berpendapat definisi sustainable fashion lebih dari sekedar ramah lingkungan. Pemberdayaan dan praktik dagang yang adil (fair trade) juga termasuk sebagai upaya untuk menciptakan industri mode yang berkelanjutan. November 2018, Merdi Sihombing menyelenggarakan perhelatan perdana Eco Fashion Week Indonesia (EFWI), yang didukung juga oleh Lenzing dan TENCEL™. Ajang ini menjadi medium untuk memperkenalkan produk dan penghubung yang strategis antara pelaku bisnis, konsumen, serta produsen/pemilik merek.

Selain EFWI, desainer yang banyak mengembangkan tekstil nusantara termasuk tenun dan sulam ini, juga melakukan program Community Development ke desa-desa di Indonesia, seperti Alor, Rote Ndao, Banyuwangi dan Lombok. Dalam program ini, Merdi berinteraksi langsung dengan ibu-ibu penenun, memberikan pelatihan dan ilmu tentang serat dan kain, serta membantu mereka untuk memasarkan produk hasil akhirnya. Merdi juga melihat konsep mode yang berkelanjutan dari sisi yang menarik, yakni akar dan kekayaan budaya di Indonesia.

Bagi Merdi, nilai adat dan budaya yang terkandung dalam sebuah kain tenun memiliki kisah sejarah yang wajib untuk dihormati dan diteruskan ke generasi berikutnya. Banyak jenis kain khas daerah tertentu yang dibuat berdasarkan cerita rakyat atau legenda setempat, dan tidak dapat dipotong atau digunting saat akan dijahit menjadi pakaian, karena akan bertentangan dengan etika budaya setempat. Hal seperti ini yang harus diketahui para pelaku bisnis kecil maupun besar yang ingin secara penuh membangun ekosistem mode yang lebih baik.

Selain memberdayakan para pengrajin di daerah pelosok di Indonesia, Merdi juga aktif berpartisipasi di ajang fashion show berskala internasional dan juga mengusung tema mode yang berkelanjutan. Baru-baru ini, Merdi berpartisipasi di Independent London Fashion Week Designers Association (ILFWDA) untuk memperkenalkan koleksinya yang juga menggunakan bahan yang mengandung serat TENCEL™ dan dibuat melalui program community development bersama Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Dari London, Merdi meluncur ke Dhaka untuk mengikuti Bangladesh Fashion Week 2019 dengan membawa karya yang menggunakan kain-kain tenun dengan pewarna alam dan Teknik SIRAT atau ikat kepala bermotif sacred geometry yang disambung-sambung menjadi satu untuk dijadikan gaun atau mantel yang cantik. Dalam dua perhelatan akbar tersebut, tidak hanya memperkenalkan budaya Indonesia, tetapi juga cita-citanya untuk membangun sebuah sistem mode yang baru yang disebut dengan gerakan Re-Thinking Fashion System.

Upaya Merdi Sihombing untuk mendorong fashion diplomacy yang mengedepankan sustainable fashion berlanjut di Jakarta melalui diskusi interaktif bertajuk “Saving Our Ocean: Re-thinking Our Lifestyle”. Diskusi berlangsung interaktif bersama dengan beberapa pelaku industri yang mengedepankan inisiatif dan produk ramah lingkungan seperti Hannah Nur Auliana dari Waste4Change dan Finalis Next Top Model Valerie dan Veronika.

Konsep sustainable fashion juga diterapkan oleh salah satu mitra bisnis Lenzing yang berlokasi di Jawa Tengah. Didirikan tahun 1998 di Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati (Lakumas) merupakan pabrik pemintalan yang sebagian besar karyawannya adalah orang asli Tegal. Salah satu produk unggulan dari Lakumas adalah sarung tenun goyor, yang sangat diminati di pasar Timur Tengah dan Afrika. Sarung tenun ini merupakan produk khas Tegal, yang kini telah diproduksi dengan pengolahan bahan dasar lokal dan dibuat langsung oleh pengrajin asli daerah tersebut. Selain menggunakan serat alami dari TENCEL™, konsep bisnis yang dijalani oleh Lakumas juga ikut memberdayakan masyarakat lokal, serta meningkatkan kualitas hidup para pekerjanya.

Perjalanan Merdi Sihombing dan Lakumas menjadi dasar bagi Lenzing melalui merek tekstil unggulannya, TENCEL™, untuk menjaga komitmen dan cita-cita untuk memperbaiki sistem mode di Indonesia dan mengedukasi publik tentang konsep yang tepat tentang sustainable fashion.

***

Tentang Lenzing Group

Lenzing Group adalah perusahaan internasional yang memproduksi serat berkualitas tinggi dari bahan baku alami terbarukan, ramah lingkungan dan berteknologi inovatif. Serat-serat ini menjadi bahan dasar untuk berbagai aplikasi tekstil dan nonwoven, juga digunakan dalam pakaian kerja dan pakaian pelindung serta digunakan dalam sektor industri.

Kekuatan Lenzing dalam kualitas dan inovasi menjadi tolok ukur standar global untuk serat selulosa. Dengan 80 tahun pengalaman dalam memproduksi serat, Lenzing Group merupakan satu-satunya perusahaan di dunia yang mampu memproduksi ketiga generasi serat selulosa dalam jumlah yang besar. Produk Lenzing dipasarkan dengan nama brand TENCEL™ untuk aplikasi dalam industri tekstil, VEOCEL™ untuk aplikasi dalam industri nonwoven dan LENZING™ untuk aplikasi dalam bidang industri dan produk lainnya. Inovasi lainnya seperti REFIBRA™ yang menggunakan teknologi recycling, LENZING™ ECOVERO™ sebagai standar baru dalam eco-responsible viscose dan TENCEL™ Luxe, lyocell filament, telah menjadikan Lenzing sebuah perusahaan global yang memimpin dalam hal inovasi.

Kesuksesan Grup Lenzing didasari pada orientasi pelanggan yang konsisten, digabung dengan inovasi, teknologi dan kepemimpinan berkualitas. Lenzing berkomitmen terhadap prinsip sustainable management, dengan standar lingkungan yang sangat tinggi dan dapat menggarisbawahi komitmen ini dengan berbagai sertifikasi dan penghargaan berskala internasional, untuk proses bisnisnya sebagai sustainable company terdepan di sektornya. Selain serat, sebagai bisnis utamanya, Lenzing Group juga bergerak aktif dalam bidang engineering dan plant construction. Di Indonesia, Lenzing memiliki pabrik produksi serat di Purwakarta dan bernaung di bawah PT. South Pacific Viscose.

聯絡我們
蘭精
臺北
蘭精
新加坡
首爾
上海
雅加達
紐約
香港
伊斯坦堡
哥印拜陀
2020年天絲™版權所有
contact us
蘭精
臺北
蘭精
新加坡
首爾
上海
雅加達
紐約
香港
伊斯坦堡
哥印拜陀
Lenzing Fibers (Hong Kong) ltd.
Units 804-806, 8/F.,
Lu Plaza, 2 Wing Yip Street,
Kwun Tong, Kowloon,
Hong Kong
T: +852 3718 5600
F: +852 3718 5601
E: [email protected]