please select your preferred language

English
English
Deutsch
简体中文
Türkçe
Español
繁體中文
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
id-id
Tencel.com
press release
02 / 09 / 2020
Survei Lenzing menunjukkan bahwa "Transparansi" adalah kunci bagi merek pakaian dan tekstil rumah tangga untuk memenangkan kepercayaan dan keyakinan konsumen, dengan "Ramah Lingkungan" dan "Biodegradable" menjadi istilah yang dapat meningkatkan pembelian
back
press releases
02 / 09 / 2020
Survei Lenzing menunjukkan bahwa "Transparansi" adalah kunci bagi merek pakaian dan tekstil rumah tangga untuk memenangkan kepercayaan dan keyakinan konsumen, dengan "Ramah Lingkungan" dan "Biodegradable" menjadi istilah yang dapat meningkatkan pembelian

  • Survei Persepsi Konsumen Global Lenzing tentang Bahan Baku Berkelanjutan dalam Pakaian dan Tekstil Rumah Tangga menyimpulkan bahwa "Transparansi" adalah kunci bagi merek yang ingin memenangkan kepercayaan konsumen, membuka jalan untuk transparansi dan kolaborasi yang lebih besar dalam rantai pasokan industri.
  • Sebanyak 9.000 konsumen yang disurvei dari 9 negara memberi tanggapan baik terhadap istilah "Ramah Lingkungan", "Biodegradable", "Alami" dan "Dapat Didaur Ulang" dan lebih cenderung membeli produk yang menggunakan klaim ini.
  • Saat membeli pakaian, sprei, dan produk tekstil rumah tangga, lebih dari 70% konsumen yang disurvei akan secara aktif mencari informasi tentang keberlanjutan dan proses produksi. Lebih dari 85% responden juga membaca hangtag pada produk.

Jakarta, 2 September 2020 – Lenzing Group (Lenzing) pemimpin global merek serat khusus berbasis kayu yang diproduksi secara berkelanjutan, mengumumkan temuan dari Survei Persepsi Konsumen Global tentang Bahan Baku Berkelanjutan dalam Pakaian dan Tekstil Rumah Tangga. Survei yang dilakukan pada awal tahun 2020 ini dilakukan untuk mengukur persepsi dan perilaku Conscious Consumers1 terhadap pakaian dan produk tekstil rumah tangga2 yang berkelanjutan, serta pandangan mereka terhadap bahan baku dan fitur produk yang berkelanjutan.

Untuk memahami minat dan pengetahuan konsumen saat ini mengenai bahan berkelanjutan, sebanyak 9.000 responden dari sembilan negara berusia 18 - 64 tahun disurvei menggunakan kuesioner online. Temuan utama dari survei ini memberikan gambaran tentang kebiasaan konsumen dalam menjalani gaya hidup berkelanjutan, pengetahuan mereka tentang bahan baku pakaian dan produk tekstil rumah tangga, persepsi mereka terhadap merek, dan deskripsi produk yang disukai.

Temuan ini juga mencerminkan perlunya kolaborasi yang lebih erat dalam industri pakaian dan tekstil rumah tangga untuk memberikan informasi yang lebih transparan kepada konsumen tentang produk yang mereka beli, untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memaksimalkan potensi bisnis.

Ada tiga temuan utama dari survei tersebut, yaitu:

1. Conscious Consumers secara aktif terlibat dalam menjalankan gaya hidup berkelanjutan dan secara konstan mengedukasi diri mereka sendiri tentang bahan baku pakaian

Hampir semua (86%) responden percaya bahwa membeli pakaian yang terbuat dari bahan baku yang ramah lingkungan adalah komponen kunci dari gaya hidup yang lebih berkelanjutan, dan mereka seringkali membeli produk dari merek yang berkomitmen menggunakan bahan baku yang berkelanjutan (80%) atau bahan daur ulang (77%) dalam produk mereka. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa mayoritas responden aktif mempelajari tentang keberlanjutan dengan mencari tahu mengenai proses produksi sebelum membeli (76% di pakaian, dan 74% di tekstil rumah tangga). Mereka juga cenderung membaca label hangtag (88% pada pakaian, dan 86% pada tekstil rumah tangga), dan sebagian besar responden bersedia membayar rata-rata 40% lebih tinggi untuk pakaian atau produk tekstil rumah tangga dengan deskripsi yang mencerminkan keberlanjutan.

Saat berbelanja pakaian dan produk tekstil rumah tangga, responden mempertimbangkan jenis bahan sebagai nilai yang terpenting bagi mereka (berada di tiga faktor teratas untuk dipertimbangkan oleh 44% responden), bahkan posisi tersebut berada di atas harga, desain, reputasi merek, dan fungsi.

2. Produk dengan deskripsi “Ramah Lingkungan” atau “Natural” dengan daya tarik “Keberlanjutan” atau “Daur Ulang” lebih menarik bagi konsumen

Ketika ditanya tentang definisi pakaian berkelanjutan, yang menjadi pertimbangan utama para responden adalah produk yang diproses atau diproduksi menggunakan proses yang manusiawi dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan produk yang terbuat dari bahan alami, organik, atau botanik. Lebih dari 80% responden menyatakan bahwa mereka "sangat tertarik" atau "tertarik" pada pakaian berkelanjutan dan membeli pakaian yang terbuat dengan bahan baku yang berkelanjutan.

Ketika ditanya tentang preferensi mereka untuk pakaian dan produk tekstil rumah tangga, sebagian dari responden mengatakan mereka akan lebih cenderung membeli produk yang digambarkan sebagai "ramah lingkungan" atau "alami", sedangkan lebih dari 60% responden lebih cenderung membeli produk dengan daya tarik "dapat didaur ulang" atau "dapat terurai secara hayati" setelah selesai digunakan. Mengingat popularitas istilah tersebut, ada peluang bagi merek untuk memberikan deskripsi yang lebih luas dan kejelasan yang lebih besar tentang bahan, proses produksi, dan informasi akhir produk di dalam produk mereka sebagai bentuk edukasi bagi para konsumen.

3. Merek yang memberikan informasi transparan mengenai bahan baku yang digunakan bisa mendapatkan kepercayaan lebih dari konsumen

Sebagian besar responden menganggap merek yang transparan dengan bahan yang digunakan (83%) dan asal bahan bakunya (82%) adalah merek yang dapat dipercaya. Di saat yang sama, responden juga menganggap bahwa mereka yang dapat dipercaya adalah merek yang transparan tentang proses produksinya (82%), praktik berkelanjutan (81%), dan asal bahan bakunya (82%). Sementara responden percaya bahwa mengetahui bahan baku yang digunakan pada pakaian dan produk tekstil rumah tangga penting untuk membangun kepercayaan pada suatu merek (87%), mereka juga percaya bahwa mengetahui dampak lingkungan merek saat memutuskan untuk membeli (87%) sangat penting.

“Temuan survei ini membuktikan nilai upaya berkelanjutan Lenzing dalam mendorong narasi keberlanjutan di seluruh rantai pasokan tekstil, mulai dari pembuat benang hingga pemilik merek. Berdasarkan survei tersebut, kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang persepsi konsumen secara global. Peringkat jenis bahan yang menjadi faktor pertimbangan utama saat berbelanja pakaian dan produk tekstil rumah tangga juga mencerminkan keyakinan kami bahwa konsumen menghargai dan secara aktif mencari produk yang berkelanjutan. Survei ini memberi wawasan lebih untuk kami, mitra, dan merek untuk menyusun strategi dan program yang lebih berfokus mendorong keberlanjutan, tidak hanya pada bahan mentah, tetapi juga setelah produk tidak digunakan lagi. Dalam jangka panjang, kami berharap dapat memberikan nilai optimal untuk rantai pasokan industri pakaian dan tekstil rumah tangga serta membantu merek mencapai level baru, mendorong keberlanjutan, dan melindungi planet kita.” kata Florian Heubrandner, Vice President of Global Business Management Textiles di Lenzing.

Kolaborasi di dalam industri fesyen dan tekstil penting untuk mendorong transparansi yang lebih baik

Meskipun keberlanjutan telah menjadi topik hangat di kalangan merek, namun untuk meningkatkan transparansi, masih ada ruang bagi rantai pasokan untuk mengembangkan komunikasi tentang bahan mentah, proses produksi, dan fase setelah produk tidak digunakan kembali. Mengingat konsumen sudah aktif mencari produk yang berkelanjutan, penting bagi industri dan merek untuk merevolusi cara pengetahuan teknis diterjemahkan ke dalam bahasa konsumen di situs web, tag produk, dan label.

Untuk mendorong perubahan, Lenzing telah memimpin dengan pendekatan tiga pilar untuk meningkatkan kolaborasi industri untuk beralih ke keberlanjutan dengan memastikan tingkat transparansi yang lebih tinggi dan memungkinkan verifikasi sumber bahan mentah dari proses produksi awal hingga menjadi pakaian akhir. Pendekatan tiga pilar mencakup teknologi identifikasi serat khusus, sistem pelacakan berbasis blockchain, dan kolaborasi serta perencanaan rantai pasokan yang proaktif. Pendekatan tersebut juga dilengkapi dengan platform e-branding Lenzing yang bisa dipesan secara khusus untuk para produsen dan pemilik merek, memberikan dukungan satu atap untuk sertifikasi kain, termasuk pengujian kain, nomor identifikasi, dan hangtag untuk menawarkan jaminan bahwa keberlanjutan ada di setiap langkah rantai pasokan.

“Kami sangat senang melihat lebih banyak konsumen yang menerapkan gaya hidup fesyen berkelanjutan dengan melakukan pembelian yang terinformasi berdasarkan penelitian dan membaca label produk. Dengan meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap keberlanjutan selama beberapa tahun terakhir, kami telah mengubah dan meningkatkan pengalaman merek serat TENCEL™ melalui program keterlibatan proaktif pada serat selulosa berkelanjutan,” kata Harold Weghorst, Vice President of Global Brand Management di Lenzing.

“Minat konsumen pada produk ramah lingkungan dan biodegradable sejalan dengan komitmen berkelanjutan kami untuk membawa merek dan konsumen pilihan yang lebih berkelanjutan dan dapat terurai ke industri pakaian dan tekstil rumah tangga. Berasal dari sumber kayu yang berkelanjutan, serat TENCEL™ menawarkan sirkulasi udara, kualitas dan pakaian dan kain tekstil rumah yang dapat terurai untuk digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sementara kami terus mendukung inovasi dalam bahan mentah yang berkelanjutan, kami akan terus mencari cara baru untuk melibatkan merek dan konsumen, memungkinkan mereka merangkul kehidupan keberlanjutan kapan saja, di mana saja,” tambah Weghorst.

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai survei ini, anda bisa melihat infografik berikut.

Survei ini dilakukan oleh Lenzing bekerja sama dengan Wakefield Research, sebuah perusahaan riset pasar, mensurvei secara online dengan total 9.000 responden berusia antara 18 dan 64 tahun di sembilan negara termasuk Cina, Jepang, Korea, India, Indonesia, Turki, Jerman, Inggris, dan AS pada awal tahun 2020.

_______________________________________________________________________

[1] Mengacu pada konsumen yang: 1) Peduli dan lebih menghargai produk yang ramah lingkungan; 2) Percaya bahwa suatu merek berperan penting dalam bertindak etis, memproduksi barang yang berkelanjutan, dan berkontribusi balik kepada komunitas di sekitar mereka; 3) Terpengaruh oleh adanya diskon, opini orang lain, dan praktik ramah lingkungan dari perusahaan, dan 4) Pernah membeli pakaian dan perabotan rumah tangga yang menggunakan tekstil dalam 2 tahun terakhir.

[2] Perabotan rumah tangga yang menggunakan tekstil diantaranya tempat tidur, tirai, karpet, handuk, dll.

Hubungi kami
austria
臺北
austria
singapore
seoul
shanghai
jakarta
new york
hong kong
istanbul
coimbatore
Copyright 2020 TENCEL™
contact us
austria
臺北
austria
singapore
seoul
shanghai
jakarta
new york
hong kong
istanbul
coimbatore
Lenzing Fibers (Hong Kong) ltd.
Units 804-806, 8/F.,
Lu Plaza, 2 Wing Yip Street,
Kwun Tong, Kowloon,
Hong Kong
T: +852 3718 5600
F: +852 3718 5601
E: [email protected]