please select your preferred language

English arrow-down
English
Deutsch
简体中文
Türkçe
Español
日本語
한국어
繁體中文
Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia arrow-down
search
03 / 04 / 2023
Inisiatif baru “Fiber Recycling” dari TENCEL™ membawa nilai sirkular melalui daur ulang mekanis serat TENCEL™ Lyocell
back
03 / 04 / 2023
Inisiatif baru “Fiber Recycling” dari TENCEL™ membawa nilai sirkular melalui daur ulang mekanis serat TENCEL™ Lyocell
  • Inisiatif “Fiber Recycling” dari TENCEL™ diciptakan guna mengubah masa depan industri tekstil dengan menempatkan daur ulang dan inovasi sebagai inti dari program inisiatif tersebut, dan dimulai dengan segmen denim sebagai fase awal.
  • Para mitra setia Lenzing menjadi pemimpin dalam hal daur ulang serat, memperkenalkan mekanisme daur ulang serat lyocell merek TENCEL™ untuk digunakan dalam produksi kain denim dalam skala komersial.

Lenzing – Lenzing Group, produsen serat spesialis berbasis kayu terkemuka global, memperkenalkan fase awal dari inisiatif “Fiber Recycling” dari TENCEL™ bersama dengan mitra pabriknya, yaitu Artistic Milliners dari Pakistan, Canatiba dari Brasil, dan Textil Santanderina dari Spanyol. Dalam rangka mendorong daur ulang di industri tekstil global, inisiatif baru ini dimulai dengan produksi kain denim yang berasal dari serat lyocell merek TENCEL™ yang didaur ulang dengan menggunakan mesin. Dengan penggunaan limbah lyocell sisa produksi yang dalam skala komersial, inisiatif ini mengubah masa depan daur ulang industri denim yang berkelanjutan secara global.

Brand dan konsumen mengandalkan kami untuk memimpin perubahan menuju rantai nilai industri yang lebih berkelanjutan,” ujar Tuncay Kılıçkan, Kepala Pengembangan Bisnis Global, Denim, di Lenzing. “Karena kami terus mencari cara untuk meningkatkan sirkularitas (perputaran) di berbagai komponen industri tekstil, mitra rantai nilai kami yang sejalan dengan visi kami selama beberapa dekade terakhir secara inovatif berhasil menemukan cara daur ulang mekanis serat TENCEL™ Lyocell dalam produksi denim. Meskipun konsep seperti itu masih relatif baru dalam industri secara umum, pengembangan inisiatif “Fiber Recycling” oleh TENCEL™ bertujuan untuk mempromosikan manfaat dan mengeluarkan seluruh potensi kain daur ulang ini.”

Mengubah masa depan denim dengan serat TENCEL™ Lyocell yang didaur ulang dengan mesin.

Fase awal dari inisiatif sirkularitas baru ini menyoroti upaya berkelanjutan dan inovasi yang sedang berlangsung dari Lenzing dan para mitra pemintal benang dalam menjawab tuntutan bersama untuk produksi denim keberlanjutan, sirkularitas, dan transparansi dalam rantai nilai tekstil global. Hal ini juga didorong oleh permintaan yang semakin meningkat dari konsumen dalam mencari opsi produk yang lebih berkelanjutan dan sirkular.

“Tak diragukan lagi bahwa sirkularitas denim merupakan hal yang harus dilakukan saat ini dan tak terelakan di masa depan,” ujar Baber Sultan, Direktur Riset, Produk, dan Trend di Artistic Milliners. “Kita telah melihat adaptasi yang lebih luas dari mesin daur ulang di luar industri tekstil, terutama pada industri kertas dan konstruksi. Mengingat kehebatan dari serat TENCEL™ Lyocell, ada manfaat keunggulan lain saat menambahkan nilai daur ulang sembari menghasilkan kain berkualitas lebih tinggi. Kain baru ini akan memiliki potensi yang sangat besar di pasar global, terlebih dengan nostalgia di sekitar tampilan Y2K dan vintage lainnya. Efek salt and pepper klasik benar-benar berkembang dengan serat TENCEL™ Lyocell yang didaur ulang dengan mesin, bersama dengan estetika denim yang neppy.”

Serat Virgin TENCEL™ Lyocell terkenal karena proses produksi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, yang melalui sistem closed loop yang mengubah bubur kayu yang bersumber dari sumber yang berkelanjutan menjadi serat selulosa dengan efisiensi sumber daya yang tinggi dan jejak karbon yang rendah. Serat TENCEL™ Lyocell yang didaur ulang secara mekanis menambahkan fitur keberlanjutan dari kain denim, karena tidak memerlukan penggunaan air atau bahan kimia.

“Serat TENCEL™ Lyocell yang didaur ulang secara mekanis sangat ideal untuk denim,” ujar Tim Pengembangan Produk Canatiba. “Berbeda dengan kapas, kain baru ini memiliki karakteristi layaknya serat virgin, yang juga mempertahankan panjang serat, ketahanan, dan semua kemiripan fisik, hingga kelembutan saat disentuh. Serat ini berasal dari proses yang benar-benar bersih dan berkelanjutan yang tidak melibatkan konsumsi air atau bahan kimia. Di Brasil, serat lyocell yang didaur ulang secara mekanis memiliki potensi yang kuat untuk digunakan oleh merek-merek besar dan toko-toko besar.”

Menciptakan segala kemungkinan untuk denim yang berkelanjutan

Kain yang diproduksi menggunakan serat TENCEL™ Lyocell yang didaur ulang dengan mesin memiliki estetika “close-to-cotton” sambil tetap mempertahankan kelebihan inti serat TENCEL™ Lyocell, seperti kelembutan, jatuhnya yang halus, kenyamanan untuk kulit, dan kenyamanan tahan lama.

“Kami percaya bahwa masa depan industri tekstil tergantung pada keberlanjutan dan sirkularitas, yang juga dapat menjamin kelangsungan hidup denim,” kata José Antonio Mazorra, Manajer Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Textil Santanderina. “Kesadaran untuk mengurangi dampak lingkungan di sektor kami semakin meningkat, terutama dengan tren industri ekonomi sirkular dan praktik produksi yang berkelanjutan. Saya berharap bahwa inovasi dan peningkatan teknologi seputar sirkularitas, termasuk tahapan pengumpulan, seleksi, dan daur ulang, akan menghasilkan kebutuhan yang lebih besar untuk serat selulosa yang didaur ulang secara mekanik.”

Serat-serat tersebut juga dapat diidentifikasi pada produk akhir, memastikan pelacakan dan transparansi proses produksi. Dengan kemampuan untuk ditelusuri kembali ke sumbernya, penggunaan serat-serat TENCEL™ Lyocell daur ulang mekanis dapat didokumentasikan dan diverifikasi, memastikan akuntabilitas dan transparansi yang lebih besar dalam rantai pasokan.

Koleksi Gambar: https://mediadb.lenzing.com/pinaccess/pinaccess.do?pinCode=6mLlKiDzMAdv

Terhubung dengan Kami