please select your preferred language

English arrow-down
English
Deutsch
简体中文
Türkçe
Español
日本語
한국어
繁體中文
Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia arrow-down
search
03 / 03 / 2022
Lenzing resmikan pabrik serat lyocell terbesar di Thailand
back
03 / 03 / 2022
Lenzing resmikan pabrik serat lyocell terbesar di Thailand
Proyek ini terlaksana sesuai jadwal setelah melalui proses pembangunan konstruksi selama dua setengah tahun di tengah tantangan pandemi globalPabrik lyocell dengan teknologi terbaru yang mutakhir dan berkapasitas 100.000 ton ini akan membantu melayani permintaan yang tinggi terhadap serat tekstil yang alami dan berkelanjutanHal ini menjadi pencapaian penting Lenzing Group dalam membangun masa depan yang bebas emisi karbonPrachinburi (Thailand) – Lenzing Group, penyedia serat khusus berbahan dasar kayu yang terkemuka di dunia, dengan bangga meresmikan pabrik serat lyocell terbesar di Thailand. Pabrik terbaru dari Lenzing, yang merupakan jenis pabrik terbesar di dunia dengan kapasitas produksi sebesar 100.000 ton per tahun, memulai aktivitas produksinya sesuai jadwal dan akan membantu memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat terhadap serat lyocell merek TENCEL™. Bagi Lenzing, peresmian pabrik ini turut merepresentasikan langkah penting untuk memperkuat kepemimpinannya di industri serat khusus dan juga pencapaian dalam membangun masa depan yang bebas emisi karbon. Pembangunan pabrik yang berlokasi di Industrial Park 304 Prachinburi, sekitar 150 kilometer di timur laut Bangkok ini, dimulai pada paruh kedua tahun 2019 dan sebagian besar berlangsung sesuai rencana kerja di tengah-tengah tantangan pandemi COVID-19. Perekrutan serta orientasi karyawan baru telah berlangsung dengan baik. Investasi (CAPEX) diperkirakan mencapai EUR 400 juta. “Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim Lenzing, khususnya tim kami di Thailand, serta seluruh pemangku kepentingan eksternal, yang telah memberikan dukungan untuk mewujudkan proyek besar ini di tengah situasi pandemi global. Adalah sebuah prestasi dan pencapaian yang luar biasa untuk dapat menyelesaikan mega proyek ini tepat waktu, meski di tengah situasi pandemi,” kata Cord Prinzhorn, CEO of Lenzing Group. Robert van de Kerkhof, Member of the Managing Board, Lenzing Group, menambahkan: “Permintaan pasar terhadap serat khusus berbahan dasar kayu dan dapat terurai merek TENCEL™, LENZING™ ECOVERO™ and VEOCEL™ terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Khususnya di Asia, kami melihat potensi pertumbuhan yang besar bagi merek kami yang berkomitmen mengusung nilai-nilai inovasi dan keberlanjutan. Dengan dimulainya operasional pabrik serat lyocell di Thailand, Lenzing telah mencapai titik penting dalam perjalanan pertumbuhannya, serta mendukung tujuan ambisius kami untuk menjadikan industri tekstil dan nonwoven lebih berkelanjutan.” Ekspansi produksi serat lyocell ke seluruh dunia Polusi lingkungan – khususnya polusi laut – menjadi salah satu masalah terbesar pada masa ini. Industri fashion memberikan dampak yang sangat negatif terhadap lingkungan dengan model bisnis fast fashion dan bertambahnya konsumsi terhadap sumber daya berbasis fosil. Proses produksi serat lyocell adalah metode yang paling modern untuk menghasilkan serat dari bahan baku kayu. Proses ini berhasil diaplikasikan dalam skala industri yang besar selama 30 tahun dan sangat ramah terhadap lingkungan. Ide yang mendasari proses produksi serat lyocell adalah melarutkan pulp dengan proses yang sirkular (closed loop) tanpa derivatisasi kimia. Lenzing akan terus meningkatkan kapasitas produksi untuk serat lyocell, sejalan dengan strategi sCore TEN, yang bertujuan untuk menghasilkan 75 persen pendapatan serat dari serat khusus ramah lingkungan seperti TENCEL™, LENZING™ ECOVERO™ and VEOCEL™ pada 2024. Pabrik di Thailand ini menyediakan ruang untuk beberapa jalur produksi. Investasi tahap pertama telah mencakup infrastruktur umum yang akan memberikan manfaat untuk ekspansi pabrik di masa depan. Lenzing akan terus melihat peluang-peluang baru untuk memperluas produksi serat lyocell di negara-negara lainnya. Visi masa depan yang bebas emisi karbon “Investasi di Thailand dan pabrik Lenzing lainnya di seluruh dunia tidak hanya mendukung perjalanan transformasi kami menjadi penyedia serat khusus yang ramah lingkungan, namun juga dalam implementasi target iklim kami, sehingga nilai perusahaan kami turut meningkat”, kata Cord Prinzhorn. Pada 2019, Lenzing membuat komitmen strategis untuk mengurangi efek rumah kaca per ton produk sebesar 50 persen pada 2030. Visi utama Lenzing adalah untuk menjadikan iklim yang lebih netral pada tahun 2050. Dengan infrastruktur yang andal dan mumpuni, operasional pabrik di Thailand ini dapat didukung oleh energi biogenik yang berkelanjutan dan berkontribusi secara signifikan terhadap perlindungan iklim. Bersama dengan proyek utama di Brazil dan investasi besar di sejumlah lokasi di Asia, Lenzing saat ini tengah mengimplementasikan program investasi terbesar dalam sejarah perusahaannya (dengan nilai lebih dari EUR 1.5 miliar). Lenzing akan terus mendorong pelaksanaan proyek-proyek strategis perusahaan yang akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan mulai tahun ini. Dapatkan foto pendukung di sini:https://mediadb.lenzing.com/pinaccess/showpin.do?pinCode=LD1pibmYZVj2PIN: LD1pibmYZVj2

Terhubung dengan Kami